Trik Mengelola Rezeki Uang

Sebenarnya mengelola rezeki uang itu sederhana saja, asalkan kita paham prinsip-prinsip dasarnya. Juga konsisten dan telaten menjalankan prinsip-prinsip tersebut. Nah, kalau sekedar memahami, itu sih mudah. Yang paling sulit itu konsisten dan telaten menjalankannya. Itulah kenapa kalau para ahli keuangan ngoceh apapun juga, biasanya ada saja yang nyeletuk, “ah, itu sih nenek-nenek juga tau.”

Tapi lucunya, walaupun neneknya sudah tau, si cucu tetap saja tidak mau menjalankannya. Maklum, kadang nasihatnya terlalu sederhana, seperti menghitung pengeluaran dengan lebih cermat, memilih pengeluaran yang lebih hemat, meluangkan waktu untuk memilih investasi, dan lain sebagainya. Itu semua kurang seksi untuk diamati dan cenderung diabaikan oleh si cucu. Walaupun neneknya sudah tahu sejak zaman dahulu.

Lucunya lagi, banyak orang, mencari trik-trik jitu yang memusingkan dan berusaha keras untuk mempraktekkannya, tapi keteteran soal hal-hal mendasar dalam masalah keuangan, saran saya baca juga artikel ilmu fisika dan uang dari blogsolu.com.

Lanjut lagi, si cucu juga terkadang males untuk belajar, maunya langsung ditunjukan investasi apa yang bagus. Tapi ogah belajar dari dasar, seperti bagaimana caranya menyiapkan dana untuk berinvestasi, apa saja resikonya, apa saja konsekuensinya, dan apa saja alternatifnya. Tanpa belajar ilmunya, bakal jadi ngawur dan ngelantur.

Mohon maaf, anda bakal kecewa kalau berusaha mencari trik-trik jitu untuk membuat keuangan anda lebih baik. Sebaiknya anda baca artikel 40 hari jadi pengusaha dan cinta yang mengayakan bila anda ingin memperbaiki keuangan anda.

Mengelola Uang

Balik lagi ke mengelola rezeki uang, nah cara paling mudah untuk menjelaskan keuangan personal adalah dengan mencermati dan mengamati gambar berikut ini  :
mengelola uang

Di gambar ini, anda punya 2 tangan, yaitu tangan kanan dan tangan kiri. Dan anda punya 3 kantong, yaitu kantong atas yang disebut dengan kantong cashflow, serta 2 kantong dibawah yaitu kantong harta dan kantong utang.

Kantong cashflow atau kantong atas ini menggambarkan arus Kas, tepatnya aliran uang masuk dan uang keluar. Uang masuk itu berupa penghasilan baik penghasilan dari gaji seorang karyawan atau hasil bisnis seorang pengusaha. Dan uang keluar yaitu uang untuk membayar semua pengeluaran. Sesederhana itu.

Tangan kanan anda bertugas untuk bekerja keras mendapatkan penghasilan, entah sebagai karyawan maupun sebagai pengusaha. Nah, jika tangan kanan anda bekerja dengan baik, maka ia akan membawa pulang penghasilan, masuk kantong KAS(cashflow). Ingat tangan kanan lah yang bekerja keras untuk mengisi kantong cashflow.

Nah, tangan kiri anda melakukan tugas kebalikan dari tangan kanan. Ngapain? Tugas nya adalah mengatur uang keluar dari kantong anda untuk membayar berbagai macam pengeluaran. Biasanya sih tangan kiri itu suka ngiri. Ngiri sama siapa? Ngiri sama tangan kanan tentunya. Yah, ini istilah saja.

Jika tangan kanan bekerja keras memasukkan uang 200 ke dalam cashflow, begitu juga dengan tangan kiri, dia akan ikut bekerja sama kerasnya untuk mengeluarkan 200 keluar dari cashflow. Nah, yang jadi masalah adalah, terkadang orang yang ngiri itu ingin lebih dari apa yang dia irikan. Iya kan ?

Makanya, tangan kanan sudah bekerja keras memasukan uang 200 ke dalam cashflow, tapi tangan kiri bekerja lebih keras untuk mengeluarkan uang dari casflow yaitu 250, waduh, tekor kan ?. Lalu darimana si tangan kiri mengambil uangnya kalau Cuma ada 200 yang ada dalam casflow?

Tentu saja si tangan kiri akan merogoh kantong lain yang paling dekat dengan nya. Yaitu kantong utang. Artinya 200 keluar dari casflow dan 50 lagi keluar dengan cara berhutang. Cicilan tanpa bunga, pinjam sana-sini, dan lain sebagainya.

Ada lagi lo yang lebih parah, si tangan kiri kita ngiri sama tangan kanan nya orang lain, yang pendapatanya lebih besar dari tangan kanan kita. Bahaya kan?

Begini, sahabat-sahabat manusia, pasti punya rasa lelah, usia tua, masa sakit dan masa tidak produktif, akan tiba masanya tangan kanan kita sudah tidak bisa lagi menghasilkan uang yang cukup. Dimasa itu, sebaiknya kita bukan lagi mengandalkan pekerjaan dan usaha, akan tetapi mengandalkan aset alias harta yang ada di kantong kanan.

Hei, tolong catat ini baik-baik.
Demi masa depan, kita harus memasang ancang-ancang dan merancang agar tangan tidak perlu capek-capek bekerja keras, tapi cukup dengan mengambil penghasilan dari kantong harta. Tepatnya, harta yang bisa memberikan penghasilan, yang tidak terpengaruh dengan usia, kondisi fisik, maupun kesehatan.

Utang anda boleh bertambah jika itu untuk membeli harta yang dapat menghasilkan. Yah produktif. Yang tidak boleh adalah menjual harta untuk membayar hutang, karena itu adalah pantangan finansial.

Nah untuk menambah kantong harta insya Allah kita akan bahas di artikel blogsolu.com selanjutnya, maka dari itu jadi sahabat blogsolu.com dengan berlanganan email dibawah agar tidak ketingalan artikel-artikel yang Insya Allah akan bermanfaat buat sahabat-sahabat semua.

Artikel ini saya kutip dari buku karya Ippho Santosa yang berjudul Magnet Rezeki, semoga bermanfaat, dan jangan lupa berikan komentar-komentar yang membangun buat blogsolu.com

Bagaimana menurut anda artikel Trik Mengelola Rezeki Uang ini? Bila anda menyukai artikel ini, saya akan sangat senang sekali jika anda bersedia memberikan G +1 ataupun me-Share artikel ini. Dan bila anda ingin mendapatkan artikel terbaru secara Gratis dari blogsolu.com, anda bisa memasukan email anda di bawah ini, dan cek email anda untuk konfirmasi.Terima kasih

5 Responses to "Trik Mengelola Rezeki Uang"

  1. iya gan... urusan mengelola rezeki ini kita memang terkadang harus visioner sebagai lelaki sejati...

    BalasHapus
  2. mantap gann :)
    kita memang musti harus pandai mengelola penghasilan...apa lagi untuk nikahh nanti...heheh
    jangan lupa berkunjung di blog ane : thisprofit.blogspot.com
    sukses selalu brother

    BalasHapus